Harga Kelapa Anjlok, Mahasiswa Asal INHIL Prihatin 

Jumat, 16 November 2018 - 00:24:44 WIB - Dibaca: 4742 kali

(ist/Jambione.com)
JAMBI - Persoalan anjloknya harga komoditi kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, mengundang keprihatinan di kalangan mahasiswa asal Indragiri Hilir yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. 
 
Mahasiswa menilai, anjloknya harga kelapa di tahun 2018 merupakan hal yang paling terpuruk sepanjang sejarah. 
 
Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau (IPMR) Jambi, M Yasin Idrus, putra asli dari Kecamatan Sungai Batang, Kelurahan Benteng, mengatakan, perekonomian rakyat di INHIL saat ini sangat memprihatinkan.
 
Hal ini diumpamakan M Yasin, nilai jual buah kelapa, jauh lebih murah dari pada sebungkus kacang goreng yang harganya Rp500 perbungkus, sedangkan kelapa hanya berkisar Rp400 perbuah. 
 
"Sekarang ini, harga kelapa di Inhil itu lebih murah dari sebungkus kacang goreng," kata M Yasin. 
 
Selain itu, hal yang sangat disayangkan menurut M Yasin, tidak adanya solusi kongkrit dari pihak manapun terkait persoalan ini. Baik pemerintah pusat, pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten serta pihak perusahaan kelapa yang ada di INHIL.
 
 "Solusi kongkrit untuk petani kelapa di INHIL itu tidak ada. Pertanyaan kita sampai kapan kondisi ini akan dialami petani kelapa kita di Inhil?" jelas M Yasin. 
 
Diungkapkan M Yasin lagi, saat ini Mahasiswa yang berasal dari INHIL tengah membangun komunikasi dan konsolidasi. Selain itu, Yasin juga mengharapkan seluruh mahasiswa asal INHIL yang tersebar di seluruh Provinsi di Indonesia untuk bersama sama berperan aktif dalam mengawal dan mendorong kestabilan harga kelapa di INHIL. (rey)


Tags:


BERITA BERIKUTNYA